Posted by : Sarah Larasati Mantovani Wednesday, 2 September 2015

Wawancara Syaikh Syadi Filyan di Lapas Anak Pria Tangerang
02 Juli 2015
Ada kisah menarik penuh kesan yang saya temukan dari Imam Palestina, Syaikh Syadi Filyan. Kisah ini saya dapatkan setelah mewawancarai beliau, saat salah seorang teman saya tiba-tiba bertanya soal poligami kepada ayah dua anak bernama Qasam (6 tahun) dan Sarah (4 tahun) ini.
“Syaikh kenapa ngga poligami? Kan sunnah Rasul”, spontan teman saya bertanya setelah sesi wawancara telah diakhiri.
Kontan saja, saya dan teman-teman yang menemani wawancara kaget, termasuk mas Ardhi penerjemah dari Sahabat Al-Aqsha.
“Sebelum menanyakan poligami, tanya dulu bagaimana keluarganya, anaknya berapa, nama istrinya”, mas Ardhi memberikan instruksi.
Akhirnya pertanyaan tentang poligami diawali dengan menanyakan keluarga Pria asal Ramalah ini, baru setelahnya (dengan penuh rasa sungkan dan segan), mas Ardhi menyampaikan pertanyaan teman saya soal poligami.
Imam dan Khatib Masjid Burham ini tersenyum, “Istri saya sudah begitu memuliakan dan melayani saya seperti Raja, mana mungkin saya melukainya (dengan menikah lagi)?”.
Saya, ummi Suci Ummi Adam, bunda Wylvera Windayana dan Sarah Daryanti langsung speechless dan terkesima mendengar jawaban beliau :’)
“Dan dia istri saya untuk yang pertama dan yang terakhir (awalun wa akhirun)”, pungkasnya menegaskan.
Saya berhusnudzon, bukan berarti beliau menganggap poligami itu bukan sunnah Rasul namun beliau mungkin merasa tidak mampu berbuat adil dengan menikah lagi, karena dalam surat An-Nisa ayat 3 pun Allah menegaskan, jika tidak mampu untuk berbuat adil maka sebaiknya cukup satu saja.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Journalicious - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -