Posted by : Sarah Larasati Mantovani Saturday, 27 September 2014

Foto yang diduga Cut Nyak Dhien.
Sumber KITLV
Beberapa bulan lalu, teman-teman dunia maya saya sempat dihebohkan dengan beredarnya foto yang diklaim sebagai foto Cut Nyak Dhien. Dalam foto tersebut, nampak seorang wanita sepertinya masih terlihat muda sedang duduk lengkap dengan baju dan penutup kepala yang memang seperti jilbab.


Ternyata setelah ditelusuri, foto yang telah banyak beredar tersebut bukan foto Cut Nyak Dhien, melainkan foto istri Panglima Polim (sumber: KITLV).

Kontroversi tersebut pada awalnya datang dari perdebatan apakah Cut Nyak Dhien berjilbab atau tidak, hingga ada pula salah seorang kawan Aceh pernah menitipkan pertanyaan kepada saya sebelum saya berangkat ke Sumedang, apakah Cut Nyak Dhien berjilbab atau tidak?.

Foto yang disebar tersebut ternyata berbeda jauh dengan foto yang saya lihat ketika saya mengunjungi makam Cut Nyak Dhien di kaki Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat. Bukan perihal jilbabnya, melainkan wajah di dalam kedua foto sangat berbeda. Dalam foto yang dipajang dekat makamnya, rambut Cut Nyak Dhien memang masih terlihat, namun saya melihat masih ada kain putih yang nampak menutupi rambutnya, kain putih tersebut mirip sekali dengan kerudung.


Foto Cut Nyak Dhien pada makamnya
Sumber: koleksi pribadi.
Pak Nana, salah satu penjaga makam yang sudah turun temurun menjaga makam Cut Nyak Dhien selama 40 tahun, saat saya tanyai, mengaku tidak tahu apakah foto yang dipajang di makam Cut Nyak Dhien asli atau bukan tapi ia menerangkan foto tersebut memang berasal dari pemerintah Aceh. Begitu pun saat saya ke rumah pengasingan Cut Nyak Dhien yang lokasinya persis di belakang Masjid Agung Sumedang, foto yang sama saya dapati seperti yang saya lihat di makam Cut Nyak Dhien.

Namun, apapun itu, terlepas dari kontroversi foto maupun masalah jilbab Cut Nyak Dhien, saya setuju dengan kesimpulan salah seorang blogger Aceh, Ariel Kahhari dalam tulisannya Cut Nyak Dhien Saja Tidak Berjilbab di blognya,

"...saya juga turut mempertanyakan, mungkinkah seorang mujahidah dan penghafal Alquran seperti Cut Nyak Dien masih berdebat dan mempersoalkan pasal menutup aurat? Bukankah itu menjadi topik kecil dalam jalan hidupnya disaat dirinya malah rela diterjang peluru kaphee Belanda. Dan wajarkah jika pejuang mulia sekaliber Cut Nyak Dien disandingkan dengan finalis pencari selempang atau mereka yang enggan menutup auratnya?

Kalaupun benar Cut Nyak memang tidak menutup aurat, Kenapa malah dia yang harus menjadi rujukan? Bukankah rujukan terbaik itu adalah Al-Quran? Tapi saya yakin persoalan menutup aurat adalah perkara kecil baginya. Bukan karena kecil lantas diabaikan. Tapi kecil karena ada urusan yang lebih besar yang harus dikerjakan.

Malu rasanya jika kita tidak bisa berdiri sebanding dengan nya tapi mencoba melakukan pembenaran dengan mengatakan “Cut Nyak Dien saja tidak berjilbab”. Kalimat sampah yang diucapkan agar kita dapat melenggang karena nafsu dan kebodohan".

{ 3 comments... read them below or Comment }

  1. thnx infonya ......sy juga beranggapan palsu tuh poto eh ternyata.....
    http://themaming.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. ooh palsu to. tiwas tak share di fb rek

    ReplyDelete
  3. pasal menutup aurat adalah topik yang besar dan jika Beliau memang penghafal Al Quran seharusnya tau betapa pentingnya masalah ini.

    ReplyDelete

- Copyright © Journalicious - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -